Bahan Kimia yang Berbahaya Untuk Kesehatan Kulit

Menjaga kesehatan kulit memang penting untuk dilakukan namun kamu perlu hati-hati dalam memilih produk yang cocok dengan kulit kamu. Ada berbagai macam produk skincare yang beredar di pasaran, mulai dari skincare untuk merawat kulit wajah, kulit badan, hingga kulit kaki. Kamu perlu waspada dan teliti saat membeli produk agar kamu terhindar dari bahan kimia. Kamu perlu mempelajari kosmetik mana yang berbahaya bagi tubuh manusia. Jangan sampai karena kamu salah menggunakan produk, kamu justru merasakan dampak atau penyakit yang merugikan. Berikut bahan kimia yang berbahaya untuk kesehatan kulit:

 

  • Triclosan

Triclosan adalah zat kimia yang dapat mengakibatkan gangguan hormonal, gangguan fungsi otot, gangguan kekebalan tubuh, dan resistensi bakteri. Kandungan zat kimia ini biasanya dapat ditemukan pada pasta gigi, sabun antibakteri, dan deodoran. Zat kimia ini bersifat antibakteri namun zat ini justru membuat bakteri menjadi lebih kuat dan dapat bertahan lama. Kamu perlu berhati-hati dengan produk skincare yang mengandung zat kimia triclosan karena zat ini akan lebih kebal dan sulit mati. 

  • Merkuri

Merkuri adalah logam berat yang biasanya disalahgunakan dan digunakan sebagai pemutih wajah yang sering ditemukan di produk krim wajah. Di dalam kandungan merkuri terdapat konsentrasi kecil yang mengandung racun. Zat yang terkandung di dalam merkuri dapat menimbulkan perubahan pada warna kulit, iritasi kulit, alergi, menimbulkan bintik hitam, penyakit ginjal, gangguan perkembangan janin, hingga kerusakan pada saraf otak. Penggunaan skincare yang mengandung merkuri dalam paparan jangka pendek dan dosis tinggi akan menyebabkan muntah, kerusakan ginjal, dan diare. Selain itu, merkuri sangat memungkinkan munculnya gejala kanker. Oleh karena itu, kamu perlu menghindari segala macam produk kesehatan kulit yang mengandung zat merkuri seperti yang terkandung di dalam bedak, eye shadow, dan powder

 

  • Diethylene Glycol (DEG)

Zat ini biasanya terkandung di dalam pasta gigi. Penyebab dari adanya zat DEG di dalam produk kesehatan kulit adalah memungkinkan kamu terkena depresi dan kerusakan sistem saraf pusat, keracunan hati, serta gagal ginjal. 

 

  • Formalin

Zat ini biasanya digunakan untuk mengawetkan jenazah. Kosmetik yang mengandung formalin dapat memicu timbulnya kanker karena zat ini bersifat karsinogen. Kamu perlu berhati-hati karena zat ini banyak terkandung di dalam krim pelurus rambut, sampo, lotion, tabir surya, dan sabun mandi. Selain kanker, zat ini juga dapat meningkatkan terjadinya gangguan pernapasan, iritasi kulit, mual serta muntah. 

 

  • Timbal

Timbal adalah zat logam yang beracun dan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pasalnya timbal sering digunakan di dalam kandungan lipstik. Jika lipstik yang kamu gunakan mengandung timbal, kemungkinan akan terjadinya keracunan timbal dan kerusakan ginjal. Jika yang terkena timbal adalah wanita hamil, maka kemungkinan dapat menyebabkan keguguran, berat badan bayi rendah, hingga kelahiran bayi prematur. 

 

  • Oxybenzone atau Tabir Surya Kimiawi

Tabir surya biasanya tersedia dalam dua bentuk yaitu dalam bentuk filter kimia dan mineral. Di pasaran, tabir surya yang sering digunakan adalah tabir surya yang menggunakan filter kimiawi seperti oxybenzone. Zat ini dikenal sebagai pengganggu endokrin dan dapat mengubah fungsi dari tiroid. Selain itu, zat ini juga dapat mengakibatkan alergi kulit.

 

  • Retinol

Retinol adalah bahan turunan vitamin A dan biasanya digunakan pada produk-produk anti aging. Retinol berfungsi untuk mencegah tanda-tanda penuaan dan kerutan kulit. Biasanya zat ini ditemukan pada produk pelembab kulit, pelembab bibir, dan tabir surya. Jika kamu menggunakan produk yang mengandung retinol dan terkena sinar matahari, maka kulit kamu akan lebih mudah kering dan mengelupas. 

 

  • Hidrokinon

Zat ini sering disalahgunakan di dalam produk krim atau lotion pemutih atau produk pencerah kulit. Kamu perlu waspada karena penggunaan produk dengan kandungan hidrokinon dalam jumlah tinggi akan menyebabkan terkena masalah kondisi vitiligo atau leukoderma, sederhananya kamu dapat kehilangan pigmen sehingga kulit menjadi lebih pucat tidak beraturan. Penggunaan produk dengan kandungan zat ini selama lebih dari enam bulan dapat menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit terutama jika terkena sinar matahari langsung. 

 

  • Zat Pewarna Sintetis

Istilah lain dari zat pewarna sintetis adalah FD&C atau D&C yang merupakan simbol dari pewarna buatan. Simbol F untuk menunjukkan zat pewarna sintetis yang terkandung dalam makanan sedangkan D&C terkandung pada obat dan kosmetik. Warna-warna sintetis dapat mengganggu karsinogen manusia, membuat iritasi pada kulit, dan penyebab terjadinya ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) atau gangguan mental terhadap anak-anak.

 

  • Paraben

Paraben biasanya digunakan untuk mencegah jamur, ragi, dan bakteri. Paraben biasanya terkandung dalam produk sabun dan lotion. Penggunaan produk yang mengandung paraben biasanya dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan pemicu penyakit kanker. Selain pada produk kesehatan kulit, kandungan paraben juga terdapat pada produk makanan. Oleh karena itu, kamu perlu teliti dalam memilih produk kesehatan kulit serta makanan. 

Related Post